Teknik-Teknik Dalam Menggambar

Gambar adalah perpaduan antara titik, garis, bidang dan warna yang apabila semuanya dikomposisikan akan menciptakan suatu bentuk citra. Gambar adalah sesuatu yang bisa mewakilkan suatu objek nyata dan memiliki karakter yang sesuai dengan aslinya.

Menggambar merupakan aktivitas yang menyenangkan dan tentunya bisa menjadi kegiatan yang bermanfaat. Dalam ulasan teknik menggambar berikut ini, teknik-teknik tersebut bisa dilakukan dengan beberapa alat gambar, diantaranya adalah pensil, bolpoin, pensil warna, crayon, cat, dll. Tapi kali ini gue akan membahas teknik-teknik menggambar yang pernah gue buat, yaitu menggunakan media pensil, bolpoin, dan pensil warna saja. Baiklah, tanpa basa-basi lagi, mari kita simak teknik-teknik menggambar pada ulasan berikut ini:

TEKNIK MENGGAMBAR BLOK ( SILUET )

Yang pertama adalah blok/siluet. Biasa juga dikenal dengan teknik menggambar bayangan. Teknik ini menggunakan satu warna (biasanya hitam) untuk menutup objek gambar sehingga terbentuklah perwujudan karakter pada objek. Dengan hanya melihat siluetnya, kita seharusnya dapat menebak wujud sesungguhnya dari objek yang digambarkan.

Teknik menggambar siluet ini dibagi lagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Siluet Positif

Siluet positif dilakukan dengan memberikan warna pada bentuk yang diinginkan. Misalkan kita ingin menggambar wajah, maka kita berikan satu warna penuh pada gambar tersebut.

  1. Siluet Negatif

Siluet negatif dilakukan dengan memberikan warna di sekitar bentuk yang diinginkan. Ini adalah kebalikan dari teknik siluet positif. Jadi misalkan kita menggambar wajah, maka yang diberikan satu warna penuh bukanlah wajahnya tetapi daerah yang ada di sekitar wajah atau latar belakang.

TEKNIK MENGGAMBAR DUSSEL ( GOSOK )

Teknik ini menggunakan cara menggosok untuk membuat kesan gelap dan terang pada gambar. Biasanya alat yang digunakan adalah pensil, krayon dan konte. Dalam menggambar menggunakan teknik dussel, digunakan kapas atau jari-jari untuk menggosok gambar yang telah diciptakan. Garis pada gambar dihilangkan atau dihaluskan dengan cara digosok-gosokkan.

Teknik menggambar dussel atau gosok ini termasuk teknik yang sulit untuk dilakukan dan perlu latihan berulang kali agar bisa melakukannya dengan baik sebab teknik ini sama artinya dengan menciptakan gradasi warna yang halus.

Pensil yang paling cocok untuk menggunakan teknik ini adalah pensil yang lunak seperti pensil 2B, 3B dan seterusnya.

Nah, pada gambar-gambar tersebut kita bisa melihat lebih jelas mengenai hasil gosokan garis gambar utama atau garis arsiran pada gambar sehingga kita bisa menemukan warna gelap yang halus pada bagian dalam objek ataupun bagian luar objek untuk memberikan kesan tertentu.

Meski teknik ini sulit, namun teman-teman bisa mencobanya untuk gambar-gambar yang sederhana dengan cara membuat beragam ketebalan warna gelap dari teknik gosok ini. Selamat mencoba.

TEKNIK MENGGAMBAR WPAP

WPAP atau Wedha’s Pop Art Potrait adalah suatu gugus seni ilustrasi potret wajah secara geometri dengan penggunaan kontradiksi warna-warna khusus.

Dimensi dari gambar yang di-trace (gambar ulang dengan acuan) tidak berubah, sehingga penampakan akhir dari objek yang di transformasi jelas dan menyerupai aslinya sehingga mudah dikenali. Teknik melukis ini ditemukan oleh Wedha Abdul Rasyid, seniman grafis asal Pekalongan, Jawa Tengah, pada tahun 1990.

TEKNIK MENGGAMBAR 3 DIMENSI

Teknik ini adalah teknik menggambar yang harus memperhatikan perspektifnya. Gambar ini akan terlihat hidup apabila dilihat dari satu perspektif saja. Teknik ini sangat memainkan ilusi optik, karena gambar akan terlihat biasa saja ketika dilihat dari sudut pandang yang salah. Dan ketika kita melihat gambar tersebut dari sudut pandang yang benar maka akan menimbulkan ilusi optik, kita akan melihat gambar tersebut seolah-olah hidup atau menimbulkan unsur 3 dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.

Untuk lebih jelasnya lagi bagaimana cara kerja dari gambar 3D ini, bisa kalian cari di feed instagram saya yaitu @fachrizan_a15.

TEKNIK DUSSEL & BLENDING COLOUR

Teknik ini sebenarnya hampir sama dengan teknik dussel, yang membedakan adalah medianya, ke level yang lebih tinggi lagi yaitu pensil warna. Dan di teknik tersebut juga bukan cuma mengandalkan gosokan saja, sebelum menggunakan teknik dussel, kita harus menggunakan teknik blending, yaitu mencampurkan beberapa warna menjadi satu kesatuan dan menghasilkan warna baru. Setelah blending, barulah kita gosok sehingga warna tersebut menjadi lebih soft dan merata. Dalam teknik blending kita harus teliti dan peka terhadap warna. Jangan sampai kita salah memblending warna karena hasilnya pasti tidak akan sempurna. Dan yang terpenting itu kita tidak boleh ragu-ragu saat menentukan warnanya dan juga butuh kesabaran dalam mengerjakannya.

Itulah beberapa teknik menggambar yang pernah gue lakukan. Sejujurnya gue disini belum bisa menggambarkan dengan mengandalkan imajinasi, karena imajinasi saya masih cetek, mungkin dibawah kalian. Gambar-gambar gue diatas itu gue buat dengan cara melihat sample pict yang gue dapet dari google ataupun request dari orang. Dari situ bisa disimpulkan kalo gue gak jago-jago amat hehehe. Masih tahap pembelajaran seperti kalian semua, masih ada cacat-cacatnya. The last “Painting is silent poetry”. Oke terimakasih. See you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: