Review Film Who Am I : No System Is Safe

Film ini merupakan salah satu film yang paling sering gue tonton. Kurang lebih 5 kali gue udah nonton film ini, tapi gue gak pernah ngerasa bosen sama film ini, bahkan setiap gue coba buat nonton film ini lagi tuh feel nya tetep sama seperti saat gue pertama kali nonton film ini yaitu waktu gue kelas 3 SMP (2016). Dan film ini juga masuk Top 3 List Film Favorit Gue.

Yap, film ini berjudul Who Am I : No System Is Safe, berasal dari Jerman. Cerita film ini adalah tentang Benyamin Engel, seorang yang menjadi pecundang di dunia nyata tapi ahli di dunia maya, Dia merasa “tak terlihat”. Belajar hacking dari umur 14 tahun dan ahli bahasa pemrograman. Ia tanpa sengaja bertemu dengan orang yang bernama Max karena dihukum menjadi pelayan masyarakat (bersih-bersih kota). Ben dihukum karena tertangkap basah meretas server kampus. Ia meretas kunci jawaban soal untuk orang yang dia suka yaitu Marie. Dan di akhir cerita, diceritakan bagaimana dia meretas manusia. Waaww gilak banget kan.

Setelah bertemu dengan Max, Max lalu memperkenalkan 2 temannya yang bernama Stephan dan Paul. Stephan merupakan orang yang tak takut dengan siapa-siapa dan suka dengan kegiatan yang menantang adrenalin, dia juga merupakan orang yang ahli software. Sedangkan Paul merupakan sosok yang besar dan seram namun pendiam, dia juga merupakan orang yang ahli dalam bidang hardware. Pertemuan selanjutnya, Ben diberi ujian untuk membuat mereka bertiga terkesan dengan kemampuannya. Dan damn!!, akhirnya Ben meretas perusahaan listrik dikota yang membuat seluruh kota menjadi gelap gulita. Akhirnya mereka membuat kelompok peretas yang mereka namakan CLAY, CLAY berarti ( Clown Laughing At You ) atau “Badut Menertawaimu”.

Dari sinilah CLAY mulai mencoba meretas untuk mencoba kemampuannya. Berbagai badan keuangan, perusahaan farmasi, dsb menjadi targetnya. Tapi itu hanya sebagai seru-seruan lalu diupload di Youtube. Di Youtube juga untuk melihat popularitas mereka sebagai grup peretas. Disamping itu Max sangat mengagumi MRX, dia adalah peretas dari grup Fri3nds yang katanya ahli meretas apapun. Tapi MRX tidak pernah menanggapi apa yang dilakukan CLAY yang membuat Max kecewa. Ia pun ingin mencoba meretas sesuatu untuk menarik perhatian MRX. Dan Badan Intelijen Federal Jerman ( BND ) adalah sasaran selanjutnya. Konon katanya belum pernah ada peretas yang bisa menembus keamanan sistem yang ada disana.

Karena tujuan Awal CLAY adalah untuk membuktikan bahwa mereka adalah kelompok peretas hebat yang bisa menembus sistem keamanan tersebut. Ia hanya meretas printer yang ada disana dengan tulisan “No System Is Safe”, tapi sebelum pergi Ben sempat mencuri data dari server BND tersebut, yang ternyata adalah daftar karyawan disana. Ia memberikan data curian tersebut ke MRX karena sakit hati sama Max telah merebut Marie darinya. Ben tidak tahu bahwa data yang diberikan ke MRX ada nama seseorang yang merupakan anggota dari Fri3nds yaitu Krypton. Ternyata Krypton adalah salah satu orang suruhan dari BND untuk memata-matai apa yang dilakukan kelompok tersebut sehingga ia pun dibunuh karena dianggap berkhianat. CLAY disebut menjadi dalang dari terbunuhnya Krypton. Dari sanalah CLAY yang sebelumnya hanya untuk seru-seruan menjadi kelompok yang sangat dicari di Jerman. Benyamin yang menjadi sumber kesalahan mencoba mengembalikan CLAY seperti dulu. Ia ingin menjebak MRX dengan cara membuat dia terlihat dan polisi bisa menangkapnya. Tapi sebaliknya bukan dia yang menjebak tapi malah Ben yang terjebak dan terlihat sehingga lebih mudah diburu.

Benyamin menyerahkan diri ke kepolisan, tapi ia membuat cerita yang seakan sungguhan tapi sebenarnya dia sudah merekayasa tersebut. Inti dari cerita itu ia ingin memperoleh program perlindungan saksi, sehingga ia tidak terlihat tau jadi buruan kembali dan membersihkan nama CLAY. iaI menawarkan MRX sebagai pengganti dia yang setimpal. Ia juga berpura-pura mempunyai kepribadian ganda untuk keberhasilan semua rencananya. Semua sudah disusun rapi bersama teman-temannya sebelum di intrograsi tersebut. Di akhir cerita orang yang mengintrograsi Ben percaya dengan perkataan Ben yang membuat Benyamin dan CLAY menjadi bersih namanya.

Meretas atau hacking sebenarnya seperti sulap yaitu untuk menipu. Korbannya tidak tahu apa yang ada di balik sulap tersebut. Semua itu karena manusia itu sendiri. Max dalam film tersebut berkata “Pada dasarnya manusia itu mudah percaya dan menghindari konflik”. Ini adalah inti dari film tersebut. Hacker dari film Who Am I mengajarkan bahwa manusia adalah sumber dari kelemahan sistem tersebut. Meretas manusia ditunjukan dengan menipu pengintrograsinya. Karena meretas adalah seperti menipu dengan cara berbeda yaitu dengan script yang orang awam belum mengetahuinya.

Who Am I : No System Is Safe merupakan salah satu film tentang bagaimana skema tindak tanduk hacker beserta alasan mereka melakukannya dengan sangat epic dengan plot twist yang lumayan susah ditebak.

Dalam film Who Am I : No System Is Safe, terdapat ungkapan dari Max, salah satu anggota dari CLAY yang sedikit membuat saya tertarik.”Kerentanan terbesar tidak terletak pada program atau server. Kerentanan terbesar terletak pada manusia“. Sekian dari gue. See you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: