Argumen – Argumen Sesat Fikir yang Umum Terjadi (Logical Fallacy)

Sebelum kalian baca artikel ini, ada baiknya anda memahami dulu apa itu logical fallacy. Anda bisa cari informasinya di Wikipedia. Tapi apabila sebelumnya anda sudah mengetahuinya, maka silahkan baca dengan baik artikel ini. Nah, di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang argumen-argumen sesat pikir (logical fallacy) yang umum terjadi di sekitar kita, biar kita semua ini setidaknya bisa mengidentifikasi argumen sesat pikir yang cukup umum terjadi. Apa aja sih sesat pikirnya??

1. HASTY GENERALIZATION ( OVERGENERALIZATION)

Hasty Generalization adalah ketika anda mencoba meng-generalisasi suatu sample kejadian yang dalam skala kecil ke dalam skala yang lebih besar. Misalnya, Anda sudah ganti cowok sebanyak tiga kali, kebetulan ketiganya itu adalah cowok yang brengsek. Tapi meskipun cuma tiga kali dari kejadian itu anda mengambil kesimpulan bahwa “Semua cowok itu brengsek”. Padahal, ketiga situasi itu tidak bisa mencerminkan karakteristik cowok keseluruhan. Itulah yang dinamakan Hasty Generalization. Anda terlalu cepat meng-generalisasi sample size yang kecil.

2. CIRCULAR REASONING

Circular Reasoning itu artinya pengambilan keputusan yang berputar-putar. Simple nya tuh seperti ini “X itu benar karena Y, Y itu benar karena X“. Contohnya, dalam doktrin Atheis. Mereka mempunyai pemikiran bahwa Tuhan itu tidak ada, karena tidak ada bukti bahwa Tuhan itu ada, dari mana kamu tahu kalau Tuhan itu tidak ada? Ya karena bukti apapun tentang Tuhan itu tidak terbukti, nah, karena bukti apapun tentang Tuhan itu tidak terbukti, maka Tuhan itu tidak ada, kenapa saya harus percaya bahwa Tuhan itu tidak ada? Ya karena tidak ada bukti bahwa Tuhan itu ada. Nah, begitulah argumen dari circular reasoning. Sesuai dengan namanya, argumennya berputar-putar, tetapi argumennya tidak menyertakan bukti atas klaim yang dinyatakan.

3. SLIPPERY SLOPE

Yang dimaksud slippery slope adalah ketika suatu langkah kejadian akan membuat langkah-langkah yang lain akan panjaaang banget dan akan menimbulkan efek yang signifikan. Masalah yang membuat argumen seperti ini tidak logis adalah karena langkahnya yang terlalu panjang. Dari A bisa menimbulkan B, dari B bisa menimbulkan C, lalu D, sampai dengan Z.

Contoh Slippery Slope

Argumen ini mungkin sekilas masuk akal, tapi sebenarnya tidak logis dan terlalu simplistik dengan step-step yang terlalu banyak, hingga akhirnya membuat kesimpulan yang sangat simplistik yaitu bahwa ketika kita cuma rebahan saja kita akan masuk surga. Nah, itu sebenarnya cuma contoh sederhananya saja. Jika nanti kalian menemukan sebuah argumen yang sejenisnya, yang memiliki step-step yang panjang, kita harus cermati dulu apakah itu logis atau tidak. Apabila begitu, dapat disimpulkan bahwa itu adalah argumen slippery slope.

4. AD HOMINEM

Ad Hominem adalah ketika argumen yang diberikan ditujukan untuk orang yang menjadi lawan bicara bukan argumennya. Jadi, yang diserang itu karakteristik si lawan bicara, bukan argumen si lawan bicara. Inilah yang membuat argumen ini sesat pikir. Misalnya, ada orang yang mengkritik sebuah channel Youtube. Si A itu bilang bahwa konten si channel B itu jelek atau apalah. Terus, si C meng-reply komennya si A tersebut dengan berkata “Lah, lo aja gak punya channel Youtube! Urusin aja tuh diri lo sendiri, jangan jelek-jelekin orang lain kalo emang lo gak bisa bikin channel, jangan ngurusin hidup orang lain.”. Nah, dalam konteks ini, si C itu telah menyatakan argumen yang ad hominem, karena argumen tentang konten si B yang jelek itu tidak di gubris sama sekali, yang dia mention adalah karakteristik pribadi si A tersebut bahwa si A itu tidak punya channel Youtube. Ini adalah argumen yang umum banget yang bisa kita temukan dimana-mana.

5. FALSE DICHOTOMY

False Dichotomy adalah ketika kita menganggap bahwa dalam satu argumen hanya ada 2 alternatif pilihan. Misalnya, kalau kamu tidak baik, berarti kamu buruk, kalau bukan A berarti B, kalau bukan X berarti Y. Ini sering terjadi akhir-akhir ini. Contoh, kamu tidak suka dengan kebijakan presiden A, yang sebenarnya kubu A. Otomatis orang-orang akan menganggap bahwa kamu adalah kubu B. Tapi, ketika kamu mengkritik presiden B, yang notabene nya kubu B, orang-orang akan langsung men judge kamu bahwa kamu adalah kubu yang A. Padahal sebenarnya dunia tuh tidak sesempit itu, inilah yang dinamakan false dichotomy. Ketika sebuah argumen menganggap bahwa hanya ada 2 pilihan meskipun sebetulnya terdapat banyak alternatif pilihan. Sebenarnya kalau kita mengkritik sebuah kebijakan presiden kubu B misalnya, bukan berarti kita itu jadi anti terhadap presiden tersebut sepenuhnya, dan tiba-tiba jadi masuk ke dalam golongan lawannya. Bisa saja kita hanya tidak suka dengan suatu kebijakan yang itu, tapi kita suka dengan kebijakan yang lainnya dan kita tetap mendukung dia. Argumen ini sering dipakai oleh orang yang berusaha menghasut kita untuk melakukan keinginannya. Misal, “kalo lu gak ikut demo, berarti lo masuk kubu B. Tapi kalo lo ikut demo, berarti lo masuk kubu A.”. Padahal, pilihannya itu tidak bisa sesimple itu, tidak bisa dibagi 2 secara keseluruhan begitu saja. Ada banyak hal yang harus jadi bahan pertimbangan sebelum kita menjudge orang tersebut memilih A atau B. Bisa saja kan si orang tersebut berada ditengahnya, tidak memihak ke satu kubu.

Itulah 5 argumen sesat pikir (logical fallacy) yang umum terjadi di sekitar kita. Semoga kalian bisa mendapatkan manfaat dari blog ini dan tidak tertipu oleh orang-orang yang berusaha menggunakan argumen yang sesat pikir untuk berusaha mempengaruhi kalian. Terimakasih atas perhatiannya. See you…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: