Kamu si bungsu yang sudah beranjak dewasa dan sudah bisa mandiri dalam segala hal, akan tetap dicap sebagai anak kecil yang selalu butuh bimbingan. Kamu dianggap anak kecil oleh anggota keluargamu tiap pulang ke rumah.
Yah, itu memang tidak bisa dipungkiri walaupun kamu sudah merasa dewasa dan bisa bertanggung jawab. Tetapi di dalam keluarga inti, kamu masih dianggap “Si Bungsu” yang manja. Berikut ini adalah beberapa suka duka yang hanya bisa dipahami oleh si bungsu.
- “SEKALI ANAK KECIL TETAP ANAK KECIL!”
Walaupun kamu sudah dewasa, tapi yang namanya anak bungsu pasti susah banget dapat cap dewasa. Sekalinya kamu bersikap dewasa, sang kakak pasti menggodamu dengan kata-kata yang menyebalkan.
Seperti “Iiihhh, sok tua deh kamu, dek!,”. Padahal maksud kamu ingin mengingatkan saudara bahwa kamu bukan anak-anak lagi. Hahahaha…
Ya maklum aja. Namanya juga si sulung, yang nggak mau kalah dewasa dibanding si bungsu.
- ANAK MANJA
Duka si bungsu selalu dicap manja. Sebagai anak bungsu, sang kakak akan mencapmu sebagai anak manja yang tidak bisa melakukan apa-apa dengan baik.
Kamu dianggap nggak bisa melakukan apapun dengan baik meski sudah berusaha semaksimal mungkin.
- PENYAYANG
Fakta lain dari anak bungsu adalah ia lebih penyayang dibandingkan saudara lainnya. Ini mungkin faktor bawaan yang si bungsu yang sering disayang anggota keluarganya. Alhasil, membuat si bungsu jadi sosok yang penyayang.
- SI BUNGSU HAMPIR SELALU LAHIR PADA SAAT YANG TEPAT
Biasanya anak bungsu lahir dan sudah mendapatkan fasilitas jauh lebih baik dibandingkan kakak-kakaknya.
Jadilah bungsu yang selalu bersikap baik bagi ibu, ayah, dan kakak ya. Tebarkan kasih sayang di tengah keluargamu. Jadilah pelipur lara bagi keluargamu ya bungsu.
- SELALU JADI YANG DISURUH
Ini nih yang paling rese banget. Kamu sebagai bungsu pasti pernah mengalami kondisi seperti ini. Namanya jadi bungsu, memang harus siap jadi pesuruh si kakak, ibu, dan ayah.
Entah itu disuruh pergi ke warung, pasar, swalayan dan mengambilkan sesuatu. Yah, kamu sebagai yang paling kecil di rumah cuma bisa sabar saja. Paling kalau ada kelebihan uang, kamu langsung mengambilnya. Atau terkadang juga, kamu langsung meminta uang pada kakak, ibu dan ayah tanpa basa-basi, sebagai upah kerja keras. Lumayan, kan?
- BISA PINJAM BARANG SESUKA HATI TAPI JARANG PUNYA BARANG BARU
Jadi anak bungsu bikin kita jadi lebih gampang buat meminjam barang-barang milik kakak kita. Jadi apapun yang dia miliki, itu jadi hak kita juga buat memakai. Hi-hi.
Tapi di lain pihak, karena kita dianggap gampang buat meminjam barang si kakak, kita jadi sering enggak punya barang baru yang memang dibelikan khusus buat kita.
- LEBIH BEBAS DAN BERANI MENGAMBIL RISIKO
Jadi anak bungsu kita jadi lebih gampang saat mau melakukan banyak hal yang kita inginkan. Ini karena posisi kita di keluarga bukan sebagai role model seperti kakak kita.
Sebab, anak bungsu banyak belajar dari pengalaman yang dilalui oleh kakak-kakaknya. Jadi, ia berani untuk mendapatkan kesuksesan melalui caranya sendiri meskipun memiliki banyak risiko. Hal itulah yang membuat anak bungsu cenderung lebih kreatif daripada kakak-kakaknya.
- SERING DIBANDINGKAN SAMA KAKAK
Duka nya anak bungsu itu yaa selalu saja dibandingkan dengan kakaknya oleh orang-orang atau bahkan orang tua kita sendiri. Ketika kita membuat kesalahan atau yang sejenisnya pasti si bungsu akan langsung dibandingkan dengan kakaknya inilah itulah, pokoknya bikin badmood banget deh. Padahal kan semua orang pasti pernah melakukan kesalahan
- HARUS NURUT
Dibandingkan dengan si kakak, kita enggak punya banyak tanggungjawab nih seperti dia. Ini juga yang menyebabkan hidup kita lebih santai jika dibandingkan sama kakak yang kayaknya banyak beban banget.
Tapi di sisi lain, kita harus jadi anak yang menurut karena orang tua enggak pengin kesalahan yang pernah dilakukan si kakak, jadi kita ulangi lagi.
- TERBIASA DENGAN KESENDIRIAN
Fakta anak bungsu selanjutnya adalah ia cenderung lebih terbiasa dengan kesendirian. Jadi, tidak semua anak bungsu mendapatkan perhatian dari kakak-kakaknya. Sebab, ketika kakaknya mulai tumbuh dewasa, kakaknya akan cenderung sibuk dengan urusannya masing-masing.
Entah itu belajar, bekerja, urusan percintaan, atau bahkan keluarga barunya apabila sudah berkeluarga. Apalagi saat kakaknya mulai pergi dari rumah karena harus mengejar cita-cita, pada saat itu anak bungsu akan sendirian. Akibatnya anak bungsu sudah terbiasa dengan kesendirian yang dirasakan.
Tapi bagaimana pun juga, jadi anak bungsu enggak se-menyedihkan itu, kok. Buktinya kita seakan-akan memiliki orang yang selalu ada di belakang kita untuk mendukung saat kita lagi terpuruk atau pun sedih. Siapa lagi kalau bukan kakak kita sendiri. Setuju guys?. Oke cukup sekian pembahasan kali ini. See you…



Leave a comment